Eropa Alami Krisis Keuangan Terburuk

Krisis keuangan global diawali dengan bangkrutnya bank investasi keempat terbesar di AS Lehman Brothers. Tindakan penyelamatan yang dilakukan pemerintah AS tidak banyak membantu pemulihan krisis, karena krisis keuangan mulai menjalar ke daratan Eropa, bahkan krisis keuangan di Eropa kondisinya lebih serius bahkan dinyatakan paling buruk sejak diberlakukannya mata uang bersama Uni Eropa, euro pada tahun 1999.

“Untuk pertama kalinya, Eropa menghadapi krisis keuangan, dan krisis ini bukan krisis biasa tapi krisis keuangan yang paling buruk,” kata Jean Pisani-Ferry, direktur kelompok riset Bruegel yang berbasid di Brussels.

Pemerintahan negara-negara Eropa bekerja keras untuk mencegah kebangkrutan bank-bank besarnya dan meyakinkan para pelaku ekonomi dan masyarakatnya, bahwa Eropa akan selamat dari krisis keuangan global ini.

Pemerintah Jerman misalnya, berusaha keras meyakinkan para investor dan nasabah yang menyimpan uangnya di bank, bahwa mereka akan melindungi perekonomian Jerman agar tidak menjadi korban krisis keuangan global yang melanda dunia.

Di Inggris, Perdana Menteri Gordon Brown langsung menggelar rapat kabinet bidang ekonomi untuk mempertimbangkan langkah-langkah penyelamatan terhadap bank-bank. Hal serupa dilakukan pemerintah Iceland. Para pimpinan bank dan pejabat pemerintah negeri itu juga membahas kemungkinan rencana penyelamatan bagi bank-bank komersialnya.

Sementara Bank Sentral Swedia akan menambah bantuan dana segar bagi bank-bank di negara tersebut, agar tetap bisa memberikan kredit.

Para ekonom di Eropa menuding krisis keuangan yang terjadi karena bank-bank tidak mengikuti sistem regulasi yang ada. “Pertama, kita melakukan integrasi ekonomi, kemudian melakukan integrasi keuangan. Tapi kita tidak pernah membangun sistem regulasi dan politik yang terintegrasi, yang memungkinkan kita bisa menghadapi krisis seperti sekarang ini,” ujar Sylvester Eijffinger, anggota tim pakar moneter di parlemen Eropa.

Namun sebagian analis optimis ada sisi positif dari krisis keuangan yang melanda Eropa saat ini. Daniel Gros, direktur Center for European Policy Studies di Brussels mengatakan, “Para pelaku ekonomi dan penentu kebijakan mungkin akan syok tapi kondisi ini akan membuat mereka berpikir lebih strategis.”

Sumber : http://www.eramuslim.com

1 comment so far

  1. andreas iswinarto on

    Salam pembebasan,

    Tragedi!

    Di tingkat global setelah kisah krisis air, krisis iklim, krisis minyak, krisis pangan, kini krisis finansial naik panggung, Paradoksnya jalan krisis itu terus ditempuh. Masih saja mekanisme pasar dan korporasi dianggap solusi yang menjanjikan. Ironi abad ini, rasionalitas yang irasional. Rasionalitas yang paling tidak masuk akal.

    It’s the capitalism, stupid! (adaptasi dari frase politik yang populer digunakan Clinton ketika berkampanye melawan George Bush Senior, it’s the economic, stupid!)

    Silah kunjung
    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/10/krisis-keuangan-global-karl-marx-di.html


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: