Archive for August, 2009|Monthly archive page

Kiamat dalam Nubuwat Rasulullah saw

Pada hakikatnya, secara naluri tidak seorangpun yang menolak akan berakhirnya sebuah kehidupan. Tidak ada yang memungkiri bahwa setiap makhluk yang hidup pasti memiliki ajal. Setiap kita terikat oleh ruang dan waktu, tidak ada satupun makhluk yang memiliki kebebasan mutlak dalam hidupnya.

Sekufur apapun ideologi yang dianut oleh manusia dan seingkar apapun hati mereka terhadap adanya hari kebangkitan, namun kelak mereka akan dipaksa untuk mengakui bahwa ada satu kehidupan yang benar-benar akan mereka jalani. Mereka yang saat ini merasa sah-sah saja menganut ideologi atheisme dan paham antituhan, kelak akan mengetahui mengetahui bahwa apa yang mereka yakini tidak memberi manfaat sama sekali bagi satu fase kehidupan mereka. Orang-orang yang memiliki paham semacam itu sebenarnya sedang menghibur diri (baca: menipu diri) agar kegelisahan dan kegundahan hidup mereka tidak terbaca oleh orang lain. Mereka tetap ingin tampil sebagai manusia-manusia yang terkesan merdeka dalam hidupnya, padahal mereka menjadi budak dari paham dan ideologi yang dianutnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Al-Jatsiah: 23) Continue reading