Fenomena Hujan Meteor di Akhir Zaman

Hujan bebatuan dari langit adalah hukuman yang masih akan berlangsung sampai masa mendatang. Allah SWT berfirman :

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ
Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya). (QS. Al-An’am [6]: 65)

Menafsirkan ayat tersebut, shahabat Ubay bin Ka’ab mengatakan: ‘Keempat hal ini adalah siksaan dan keempatnya akan pasti terjadi. Dua hal telah terjadi, yaitu dua puluh lima tahun setelah wafatnya Nabi SAW. Keduanya adalah mereka ditimpa perpecahan menjadi berbagai golongan, lalu satu sama lainnya saling menimpakan keganasan (perang sesame muslim-pent). Dua hal lainnya pasti akan terjadi, yaitu al-khasfu (gempa bumi) dan ar-rajmu (pelemparan bebatuan).”

Penjelasan:
Riwayat di atas secara tegas menjelaskan bahwa hukuman-hukuman tersebut tidak disebutkan dalam konteks ancaman, melainkan isyarat bahwa pada masa mendatang hukuman-hukuman tersebut akan menimpa umat ini. Dua hukuman telah terjadi yaitu perpecahan umat menjadi banyak golongan, lalu terjadinya peperangan antar berbagai golongan tersebut. Tersisa dua hukuman, yaitu pelemparan dari langit dengan meteor atau batu-batu kecil, dan gempa serta penenggelaman ke perut bumi. Dalam banyak hadits telah ditegaskan bahwa di antara tanda-tanda kiamat adalah gempa bumi yang menimpa umat ini. Gempa terbesar yang paling penting ada tiga: gempa di timur, gempa di barat, dan gempa di jazirah Arab. Adapun hujan meteor atau komet dari angkasa, maka riwayat di atas mengisyaratkan bahwa hal itu pasti juga akan terjadi. Bukti-bukti situasi dan konteks ayat menunjukkan adanya keterkaitan antara dua pertanda ini. Boleh jadi gempa dahsyat terjadi akibat hujan meteor dari langit.

Allah SWT berfirman:
أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَى مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ إِنْ نَشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الأرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ
Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya). (QS. Saba’ [34]: 9)

Penjelasan:

Ayat ini mengaitkan jatuhnya meteor dari langit dengan kehendak Allah SWT. Isyaratnya menunjukkan pada masa yang akan datang. Al-Kisaf adalah potongan-potongan (benda langit) yang jatuh dari langit. Isyarat akan terjadinya Al-Kisaf dalam ayat ini berbeda dengan isyarat akan terjadinya al-hashib. Sebab, al-kisaf adalah potongan-potongan besar yang lebih menyerupai meteor. Adapun al-hashib adalah bebatuan kecil.

Setelah menjelaskan kemungkinan terjadinya hujan meteor, ayat di atas mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa mengambil manfaat dan pelajaran dari tanda-tanda atau peringatan keras tersebut kecuali hamba yang bertaubat kepada Allah SWT, atau orang yang berilmu yang memahami kekuasaan dan sunah Allah SWT dalam mengatur alam semesta.
Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Akan terjadi pada umat ini – atau umatku: perawi ragu-ragu lafal mana yang lebih benar – gempa dahsyat, atau pengubahan bentuk, atau pelemparan (batu-batu dari langit) atas para pengingkar takdir.”

Dalam riwayat lain:
“Menjelang kiamat akan terjadi pengubahan bentuk, gempa dahsyat, dan pelemparan (hujan bebatuan dari langit).”

Dalam riwayat lain:
“Pada masa akhir umatku akan trjadi gempa dahsyat, pengubahan bentuk, dan pelemparan.”

Penjelasan:
Hadits di atas menjelaskan tiga bentuk siksaan Allah SWT yang akan menimpa sebagian umat ini, di antaranya adalah ‘pelemparan’, yaitu pelemparan bebatuan dari langit.

Dikutip dari buku : ENSIKLOPEDI AKHIR ZAMAN, penerbit : GRANADA MEDIATAMA, 2014

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: