Archive for the ‘Inside Book’ Category

Petaka Akhir Zaman

Gramedia - Toga Mas - Petaka Akhir Zaman

Keyakinan akan datangnya hari kehancuran dunia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari akidah setiap mukmin. Ia merupakan janji Allah yang Maha Benar. Ada ratusan ayat dan hadits yang membeberkan secara detil dan rinci tentang bagaimana peristiwa dahsyat itu akan terjadi. Namun, yang paling penting bagi seorang mukmin adalah isyarat dan tanda yang akan mengawali itu semua, sebab ia sangat berhubungan dengan bagaimana seorang mukmin bersikap.

Hal menarik yang perlu direnungkan adalah bahwa nyaris seluruh tanda-tanda kiamat kecil sudah menjadi kenyataan. Bahkan, bisa disimpulkan bahwa kita sedang menanti datangnya tanda kiamat besar. Satu saja dari tanda kiamat besar itu muncul (Al Mahdi misalnya), maka isyarat kehancuran dunia sudah di depan mata. Ragam malapetaka dan huru hara akan menggulung semua manusia. Sebab tanda-tanda kiamat besar itu bagai rangkaian biji tasbih yang diikat dengan kawat, yang bila terputus dan lepas salah satu bijinya, lainnya akan mengikuti dengan cepat.

Buku ini mengurai secara lebih detil tentang petaka dan huru hara yang akan melanda manusia sebelum datangnya hari kehancuran dunia. Ia memaparkan tanda-tanda dan isyarat kuat tentang dekatnya hari akhir. Buku ini juga lebih dari sekedar mengumpulkan nash-nash syar’i yang berbicara tentang huru hara akhir zaman, namun juga mengaitkan dengan realita kekinian tanpa melanggar batas dan kaidah syar’i dalam memahami hadits hadits fitnah. Selamat membaca!

NEGERI-NEGERI AKHIR ZAMAN

negeri akhir zamanNEGERI-NEGERI AKHIR ZAMAN

Penulis: Abu Fatiyah Al-Adnani

Isi: 480 hlm
Ukuran: 19,5 x 26,5 cm
Berat: 890 gram
Cover: Hardcover
No ISBN: 978-979-3693-11-8

Harga: Rp. 125,000

Pemesanan via telp/sms di: 081 390 722 937 (Rosyid Ridho)
Ada diskon khusus bagi Anda yang berminat menjadi reseller!

Menakjubkan!! Ternyata banyak sekali nubuwat Rasulullah yang telah terjadi di sepanjang Abad-21. Berbagai kejadian besar itu semakin menambah daftar bukti atas kebenaran nubuwat beliau. Nubuwat tentang kedatangan Amerika yang akan menguasai minyak-minyak Saudi, tentang invasi Bani Qanthura ke negeri Irak, tentang boikot bangsa Rum atas Irak, Mesir dan Damaskus, tentang perang umat Islam melawan India, tentang Palestina yang akan menjadi bumi ribath hingga akhir zaman, tentang kemunculan Ash-habu Rayati Suud dari Khurasan, tentang murtadnya bangsa Arab di akhir zaman, tentang al-malhamatul kubra—perang terdahsyat umat Islam melawan Eropa—yang akan terjadi setelah kemunculan Al-Mahdi, dan berbagai peristiwa menakjubkan lainnya; semuanya telah diberitakan oleh Rasulullah dalam nash-nash yang shahih. Bahkan berita tentang kehancuran Amerika dan Eropa secara tersirat juga telah dijelaskan oleh Rasulullah.

Buku ini mengupas secara rinci tentang negara-negara dunia yang menjadi saksi menjelang dekatnya zaman akhir. Seperti apa kehancuran Mekah dan Madinah di akhir zaman? Bagaimana umat Islam Irak akan memenangkan peperangan dengan Amerika dan Eropa? Bagaimana India ditaklukkan oleh umat Islam? Benarkah akan terjadi kemurtadan pada bangsa Arab dan kepemimpinan mereka akan jatuh ke tangan Pasukan Panji Hitam yang akan keluar dari Khurasan? Benarkah negeri Turki sekuler akan jatuh ke tangan umat Islam dan bagaimana negeri itu tunduk di bawah bendera Islam? Siapakah Sufyani dan pasukan Bani Kalb yang akan menggempur Al-Mahdi? Benarkah akan muncul pasukan Arab yang akan ditenggelamkan di tanah Hijaz? Adakah hubungan antara pembenaman pasukan itu dengan fenomena penambangan minyak dan gas di tanah Jazirah? Benarkah Khilafah Rasyidah akan dimulai kemunculannya dari Irak? Siapakah musuh bersama yang akan diperangi oleh koalisi Islam-Romawi di akhir zaman? Siapakah Bani Qanthura yang akan menggempur Negeri 1001 Malam di akhir zaman? Benarkah mereka koalisi Amerika dan Eropa? Yang juga tidak kalah menariknya, adakah nubuwat Rasulullah yang mengisyaratkan lahirnya Arab Springs, revolusi Timur Tengah yang menumbangkan rezim-rezimnya? Continue reading

Imam Mahdi Pemimpin Akhir Zaman Yang Dijanjikan (Sebuah Pengantar)

imam mahdi
Bagi setiap penganut agama, konsep mesianisme atau ideologi agama yang mengajarkan tentang ‘the ultimate salvation of human race’ (penyelamatan akhir bangsa manusia) dari kenistaan, kezaliman dan kehancuran melalui seorang manusia pilihan Tuhan, bukan suatu hal yang aneh dan mengejutkan. Lima agama besar yang mendominasi dunia, yaitu Nasrani (Kristen Protestan dan Katholik Roma), Yahudi, Islam, Hindu dan Budha, menyatakan bahwa mereka meyakini konsep mesianisme.
Ajaran agama Hindu dan Budha memiliki figure mesianistik. Pada salah satu teks kuno India, yaitu Visnu Purana, disebutkan bahwa di penghujung periode kali Yuga (era terburuk dari era-era sebelumnya), akan datang seorang kalki atau ‘Sang Penunggang’ yang merupakan ‘the tenth avatar’ atau inkarnasi yang kesepuluh dari dewa Wisnu. Menurut catatan riwayat mereka, Kalki akan datang ke dunia sambil menunggangi seekor kuda putih dan menggenggam sebilah pedang api untuk menumpas segala bentuk kejahatan dan mengembalikan nilai-nilai kesucian.
Sedangkan menurut ajaran Budha, disebutkan bahwa Siddhartha Gautama meramalkan datangnya seorang Budha yang lain atau the Budha to come di masa yang akan datang. Budha yang akan datang ini bernama Mettaya (dalam bahasa Sansekerta disebut; Maitreya), artinya adalah cinta. Menurut riwayat mereka, Sang Mettaya akan datang untuk menegakkan sebuah kerajaan ideal di muka bumi. Sebuah kerajaan yang akan memerintah dengan keadilan dan penuh kedamaian.
Agama-agama samawi atau ajaran-ajaran yang berpangkal kepada figure nabi Ibrahim seperti Yahudi, Nasrani dan Islam juga meyakini akan datangnya seorang Mesiah. Umat Yahudi, melalui ajaran Tanakh mempercayai akan datangnya seorang Mesiah Tuhan untuk menegakkan agama, kerajaan Tuhan dan keadilan di muka bumi. Demikian pula halnya dengan umat Nasrani. Dalam ajaran Bibel, mereka mempercayai kedatangan Yesus yang kedua untuk menegakkan ‘The Heavenly Kingdom on Earth’ atau Kerajaan Surga di bumi dengan kebenaran dan keadilan.
Umat Islam melalui ajaran Kitab Suci Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih dari baginda Rasulullah saw, juga meyakini akan datangnya seorang manusia yang bergelar Al-Mahdi menjelang akhir zaman untuk menegakkan kembali ajaran Islam dan kebenaran, menghancurkan kebatilan dan menyebar luaskan keadilan ke seantero bumi. Bersama nabi Isa, Al-Mahdi akan memimpin kaum muslimin untuk menerapkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Meski kelima agama ini, dan beberapa agama dan aliran kepercayaan lain sama-sama meyakini akan munculnya seorang pemimpin dunia yang memenuhi dunia dengan kebenaran dan keadilan; yang diistilahkan dengan Mesiah, Al-Masih, Al-Mahdi, ratu adil dan nama-nama lain yang cukup beragam, namun bukan berarti keyakinan semua agama dan aliran kepercayaan ini sama. Justru, keyakinan masing-masing agama dan aliran kepercayaan tentang detail-detail perihal Messiah atau Al-Mahdi ini sangat beragam dan berbeda, seperti keberagaman jenis agama dan aliran kepercayaan itu sendiri. Continue reading

Umat Islam Melawan Thaghut Internasional di Akhir Zaman

almalhamah

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. (QS. Al-Fatihah [1]: 5-7)

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi karunia.”
(QS. Ali Imran [3]: 8)

Kita saat ini hidup di zaman yang penuh dengan kesyirikan, kekufuran, kemunafikan, kemungkaran, dan kemaksiatan. Kita saat ini hidup di zaman dominasi sistem thaghut dalam semua lini kehidupan. Di bidang akidah, sistem thaghut paganisme, pluralisme, liberalisme, sekulerisme, materialisme, humanisme dan lainnya menancapkan kuku-kukunya dan menyemburkan racun-racunnya untuk merusak akidah kaum muslimin.

Di bidang politik, sistem thaghut sekulerisme, demokrasi, dan zionisme menjajah negeri-negeri kaum muslimin, merusak akidah, akhlak, politik dan tatanan kehidupan kaum muslimin. Di bidang ekonomi, sistem thaghut kapitalisme dan sosialisme mencekik leher kaum muslimin, merampok kekayaan alam negeri-negeri kaum muslimin, dan memperbudak kaum muslimin dengan belenggu hutang, investasi asing, dan pasar bebas.

Di bidang sosial dan budaya, sistem thaghut liberalisme merusak kaum muslimin melalui musik, film, seks bebas, dan gaya hidup hedonis. Di bidang militer, aliansi zionis-salibis-paganis-komunis dan sekuleris internasional bersatu padu memerangi para pejuang Islam lewat skenario perang global melawan ‘terorisme’. Continue reading

10 Keutamaan Negeri Syam

negeri akhir zamanPenduduk Syam senantiasa berada di atas al-haqq yang dominan hingga datang Kiamat.

Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan perintah Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang keputusan Allah, dan mereka senantiasa dalam keadaan demikian. Mu’adz berkata: dan mereka ada di Syam.“ (HR.Bukhari) Continue reading

Buku Spektakuler

Ahli Tauhid Az

Luar Biasa ! Buku ini mendapat sambutan hangat pecinta buku-buku seri Akhir Zaman yang diterbitkan oleh Granada Mediatama. Sekali terbit langsung memasuki cetakan ke II.

Jazakumullah khoiron katsiron kami ucapkan kepada para alim ulama, tokoh ormas Islam dan petinggi Harakah Islam atas sambutan, kritik dan sarannya atas penerbitan buku ini.

SMS Order (081 2150 8586) :
Ketik : MATAZ/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Pengiriman/Nominal Transfer/konfirmasi transfer(Nama Bank)

Pembayaran dapat dilakukan dengan mentransfer biaya via :

Rekening BCA : 7850 160 541
Rekening BNI : 0034 859 655
Rekening BSM : 0127 009 201
an. Teguh Susanto

Nantikan bedah bukunya di kota Anda. Pemesanan buku dan konfirmasi penyelenggaraan bedah buku hubungi : 081 2150 8586 (Taufik Setyadi).

Zionisme diindikasikan sebagai ’bangsa Dajjal’ yang akan memperlicin jalan bagi keluarnya Dajjal

Dalam Majalah Al-Manar halaman 155, disebutkan program Yahudi mengenai Palestina. Syaikh Rasyid Ridha berkata, “Tak ayal lagi bagi kami bahwa kaum Yahudi dan bangsa Inggris, masing-masing saling berkomplot untuk mencapai tujuannya dan berusaha menggagalkan tujuan golongan lain. Demikian pula, tak ayal lagi bagi kami, bahwa fitnah yang ditunggu-tunggu adalah fitnah terbesar di muka bumi, atau fitnah terbesar secara umum, yaitu upaya mengembalikan kekuasaan kaum Yahudi, yang dalam hadits-hadits diistilahkan dengan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”

Rasulullah saw bersabda :

“Kalian akan memerangi Jazirah Arab, Allah pun memenangkan kalian. Kemudian Persia, Allah pun memenangkan kalian. Selanjutnya, kalian akan memerangi Romawi, Allah pun memenangkan kalian. Kemudian memerangi Dajjal, Allah pun memenangkan kalian.

Hadits ini, berikut urutan penaklukan-penaklukan yang disebutkan di dalamnya menunjukkan betapa dekatnya Dajjal dan kroni-kroninya dengan kaum muslimin. Padahal usai me­merangi Persia dan Romawi, kaum muslimin akan memerangi Dajjal, Allah pun memberi kemenangan kepada mereka. Dajjal dan kroni-kroninya adalah komunitas yang akan muncul setelah Persia dan Romawi, yaitu berasal dari bangsa Eropa dan antek-anteknya.

Siapa saja yang mengetahui bagaimana sepak terjang kaum Yahudi bersama Inggris, dan semakin eratnya hubungan di antara mereka dengan Perjanjian Balfour, demikian pula bagaimana mereka selalu berupaya dengan semaksimal mungkin dan mengendalikan negara-negara superpower guna memperlancar tercapainya kepentingan-kepentingan mereka, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa inilah fitnah Dajjal yang spesial, yaitu fitnah terbesar di muka bumi, sebagaimana telah disebutkan dalam hadits shahih sebelumnya berikut ini :

“Selama antara penciptaan Adam dan terjadinya kiamat tak ada satu makhluk pun yang lebih besar daripada Dajjal.”

Adakah fitnah yang lebih besar daripada fitnah yang mengikis habis jati diri mayoritas generasi muda (muslim) melalui paham atheis, dan membalikkan orang-orang yang semula diharapkan mampu menjayakan Islam melalui ucapan dan aktivitasnya lantas tiba-tiba menjadi pendukung-pendukung setia untuk menghancurkan dan memusnahkan Islam?! Mereka (kaum Yahudi dan Inggris) akan selalu berusaha merespon dan menyambut fitnah Dajjal ini dengan membabat habis Islam.

Al Malhamah Al Kubra (Sebuah Pengantar)

Memaparkan sketsa perjalanan manusia di masa mendatang seringkali menimbulkan dilema. Di satu sisi –jika pemaparan itu sedemikian detil- akan menimbulkan kontroversial, benarkah seperti itu yang akan terjadi? Sebagian orang awam barangkali juga akan mengajukan pertanyaan, ”apa bedanya nubuwat dengan ramalan para dukun?”. Di sisi lain, menjelaskan hal-hal yang bersifat detil dan rinci tentang apa yang kelak dialami manusia juga bisa menimbulkan sisi negatif; trauma, lesu, ketakutan yang berlebihan, hingga sikap dan langkah-langkah kalap yang mirip ’orang gila’.
Namun, mengingatkan umat dengan peristiwa-peristiwa yang akan akan terjadi di masa mendatang juga merupakan bagian dari dien ini. Inilah sepertiga muatan Al-Qur’an; berupa khabar dan peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang.
Salah satu nubuwat Rasulullah saw yang cukup ’menghebohkan’ adalah peperangan akhir zaman yang dikenal dengan sebutan Al-Malhamah Al-Kubra. Sebuah episode menentukan dalam perjalanan umat Islam dalam mentadbir dunia dan memakmurkannya dengan syari’at Islam. Peristiwa yang kelak terjadi di akhir zaman ini merupakan sebuah moment yang paling menakjubkan, mengerikan, mendebarkan dan membuat seseorang yang mengalaminya akan segera mengambil sikap yang beragam, namun sepakat untuk; menyelamatkan diri masing-masing!.
Inilah barangkali sebuah buku yang cukup rinci memaparkan jalannya sebuah pertempuran terdahsyat di akhir zaman. Dengan merujuk pada nash-nash yang shahih dan fakta-fakta riil yang ada, buku ini mencoba menyuguhkan sebuah bacaan yang patut dijadikan renungan bagi setiap muslim. Semoga Allah menyelamatkan kita dari dahsyatnya fitnah dan huru-hura di akhir zaman.

Misteri Zikir Akhir Zaman

Tak diragukan lagi bahwa zikir adalah modal utama dalam menjalankan tugas utama hidup kita, yaitu beribadah kepada Allah. Bahkan, inti seluruh ibadah adalah zikir : menyebut, mengingat, memahami, merenungkan, dan mengamalkan petunjuk Allah. Zikir adalah ibadah yang paling ringan dan murah. Zikir juga merupakan ibadah yang fleksibel, karena bisa dilaksanakan di semua tempat, waktu, dan keadaan. Oleh karenanya, ia adalah ibadah sepanjang hayat.

Kita sudah biasa mendengarkan ceramah atau membaca penjelasan bahwa doa dan zikir mendatangkan ketenangan jiwa, meninggikan derajat, menambah pahala, dan menggugurkan dosa. Tetapi, bagaimana dengan sejumlah hal ‘luar biasa’ berikut ini?

  • Tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir menjadi makanan dan minuman fisik saat kaum muslimin mengalami bencana kekeringan dan kelaparan ekstrim selama tiga tahun sebelum kemunculan Dajjal.
  • Tahlil dan takbir yang dikumandangkan 70.000 Bani Ishaq pasukan Al-Mahdi meruntuhkan benteng Konstantinopel di daratan, lautan, dan pintu gerbang kota.
  • Zikir dan doa sebagai modal kekuatan Dzul-Qarnain saat membangun benteng pembatas, juga sebagai modal kekuatan bangsa Ya’juj dan Ma’juj untuk melubangi dan meruntuhkan benteng pembatas tersebut, —dan ajaibnya, sebagai senjata Nabi Isa dan kaum muslimin untuk menewaskan dan sekaligus menguburkan bangsa Ya’juj dan Ma’juj. Padahal, semua penduduk bumi dan langit tidak mampu membendung kebrutalan dua bangsa perusak yang besar, kejam, dan tangguh itu!
  • Zikir dan doa menyelematkan pribadi dari pembantaian, mengokohkan pasukan Islam, memporak-porandakan pasukan musuh, dan mengantarkan prajurit muslim kepada mati syahid; terutama di masa kekacauan akhir zaman dan perjuangan Al-Mahdi-Nabi Isa untuk memakmurkan dunia dengan syariat Allah.
  • Zikir dan doa menghindarkan harta dan nyawa kaum muslimin dari bencana alam, di saat akhir zaman sering terjadi gempa bumi, hujan meteor, kegelapan pekat, dan pengubahan bentuk manusia. Bahkan, doa dan zikir bisa mengubah bencana menjadi sebuah berkah.
  • Zikir dan doa mengandung lima kekuatan dahsyat yang menyelamatkan kaum muslimin dari segala penyakit fisik, baik secara preventif maupun kuratif.
  • Doa dan zikir mengajarkan visi, misi, dan langkah-langkah operasionil yang harus ditempuh oleh kaum muslimin untuk mempertahankan iman, meningkatkan amal, menyusun fusthath iman (kelompok iman), dan membentenginya dari pengkhianatan dari dalam; manakala fitnah Duhaima’ —yang mengawali keluarnya Dajjal, telah datang menampar umat Islam.
  • Doa dan zikir mementahkan semua tipu daya, kepalsuan, dan kekuatan Dajjal. Padahal, Dajjal membawa sungai air dan api, juga gunung roti; mampu memerintahkan langit untuk menurunkan hujan dan bumi untuk menumbuhkan tanaman; bahkan menghidupkan kembali beberapa orang yang telah mati.
  • Doa dan zikir mendatangkan kemulian bagi seorang muslim untuk ikut menyambut turunnya Nabi Isa dari langit, mendapat stempel keimanan dari binatang yang bisa berbicara, dan menggapai taubat sebelum matahari terbit dari arah barat.

Dengan metode tadabur dan tafakur, buku Misteri Zikir Akhir Zaman mengajak Anda untuk menyelami dan menghayati kedalaman makna plus kedahsyatan energi doa ilahi dan zikir nabawi, selanjutnya mengaktualisasikannya untuk menghadapi berbagai huru-hara dan tanda-tanda besar kiamat di akhir zaman.

Kisah Sedih dari Jabaliyah (mengenang potongan tragedi kemanusiaan di bumi Palestina)

“Oh, Rabb! Saya tidak pernah melihat pemandangan mengerikan seperti ini.” Kata Abu Aukal, sambil menangis tersedu-sedu.

Abu Aukal adalah seorang dokter. Bertugas di bagian gawat darurat, dia telah terbiasa menangani korban terluka maupun tewas akibat agresi Israel di jalur Gaza, dalam berbagai kondisi. Tapi, tidak untuk yang satu ini. Dia hampir tak mempercayai apa yang dilihatnya.

Beberapa hari lalu, di kamp pengungsian Jabaliyah, yang terletak di bagian utara Gaza City, tak jauh dari pintu perbatasan Erez, seorang bocah perempuan, Shahd (4 tahun), sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba, tentara Zionis Israel menyerang dan menembak membabi-buta. Bocah gemuk yang lucu itu bersimbah darah.

Melihat anaknya tergeletak di lantai dengan kondisi mengenaskan, kedua orang tuanya buru-buru mengulurkan tangan hendak meraihnya. Tapi, serdadu Israel mengusirnya dengan hujan peluru. Kedua orang tua itu pun meninggalkan tempat itu, sementara anaknya masih tertidur di sana: entah sedang sekarat, entah sudah tewas.

Rupanya tentara Israel yang selalu membawa anjing pelacak saat melakukan serangan darat ke Jalur Gaza, memang punya maksud tertentu dengan tindakannya itu. Jenazah Shahd sengaja dibiarkan tergeletak di halaman terbuka itu untuk (maaf) dijadikan santapan anjing.

“Anjing-anjing itu meninggalkan satu bagian utuh tubuh bayi malang itu,” kata Abu Aukal, dengan air mata berderai, saat menuturkan cerita tragis itu, seperti dikutip islamonline, kemarin.

“Kami melihat pemandangan memilukan selama 18 hari terakhir (agresi Israel). Kami mengangkat mayat anak-anak yang tercabik atau terbakar. Tapi, tak ada yang seperti ini,” kata Abu Aukal.

Berhari-hari saudara Shahd, Matar, dan sepupunya, Muhammad, mencoba meraih tubuh gadis itu, tapi sia-sia. Lagi-lagi, tentara pendudukan Israel menggunakan bahasa tembakan untuk mengusir kedua bocah itu.

Tapi, melihat tubuh Shahd yang terus dicabik anjing dari hari ke hari, Matar dan Muhammad tak tahan. Pada hari kelima, keduanya nekat mendekati tubuh Shahd yang masih tersisa untuk dibawa pulang. Belum lagi keduanya meraih tubuh Shahd, tentara Israel menghujani dengan tembakan. Keduanya tewas.

Omran Zayda, tetangga Shahd, menilai tentara Israel sangat mengetahui apa yang mereka lakukan. “Mereka (tentara Israel-Red) menghalau dan mencegah keluarga yang ingin mengambil mayat (Shahd), karena mengetahui anjing-anjing mereka akan memakannya,” katanya.

Apa yang terjadi pada Shahd, kata Zayda, tak bisa digambarkan dengan kata-kata, tidak pula rekayasa kamera. “Anda tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan anjing-anjing itu kepada tubuh anak tak berdosa itu,” kata pria itu sambil menahan air matanya.

Zaydan menambahkan, “Mereka bukan hanya membunuh anak-anak kami. Mereka juga melakukan tindakan yang sangat keji dan tak berperikemanusiaan,” Continue reading