Umat Islam Melawan Thaghut Internasional di Akhir Zaman

almalhamah

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. (QS. Al-Fatihah [1]: 5-7)

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi karunia.”
(QS. Ali Imran [3]: 8)

Kita saat ini hidup di zaman yang penuh dengan kesyirikan, kekufuran, kemunafikan, kemungkaran, dan kemaksiatan. Kita saat ini hidup di zaman dominasi sistem thaghut dalam semua lini kehidupan. Di bidang akidah, sistem thaghut paganisme, pluralisme, liberalisme, sekulerisme, materialisme, humanisme dan lainnya menancapkan kuku-kukunya dan menyemburkan racun-racunnya untuk merusak akidah kaum muslimin.

Di bidang politik, sistem thaghut sekulerisme, demokrasi, dan zionisme menjajah negeri-negeri kaum muslimin, merusak akidah, akhlak, politik dan tatanan kehidupan kaum muslimin. Di bidang ekonomi, sistem thaghut kapitalisme dan sosialisme mencekik leher kaum muslimin, merampok kekayaan alam negeri-negeri kaum muslimin, dan memperbudak kaum muslimin dengan belenggu hutang, investasi asing, dan pasar bebas.

Di bidang sosial dan budaya, sistem thaghut liberalisme merusak kaum muslimin melalui musik, film, seks bebas, dan gaya hidup hedonis. Di bidang militer, aliansi zionis-salibis-paganis-komunis dan sekuleris internasional bersatu padu memerangi para pejuang Islam lewat skenario perang global melawan ‘terorisme’. Read more »

Advertisements

10 Keutamaan Negeri Syam

negeri akhir zamanPenduduk Syam senantiasa berada di atas al-haqq yang dominan hingga datang Kiamat.

Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan perintah Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang keputusan Allah, dan mereka senantiasa dalam keadaan demikian. Mu’adz berkata: dan mereka ada di Syam.“ (HR.Bukhari) Read more »

Menjadi Ahli Tauhid di Akhir Zaman (Sebuah Pengantar)

ahli tauhidDalam buku-buku yang telah diterbitkan sebelumnya, Kelompok Telaah Kitab Ar-Risalah dan penerbit Granada Mediatama telah banyak membahas tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar kiamat serta kehidupan alam akhirat. Pada penerbitan kali ini, Kelompok Telaah Kitab Ar-Risalah dan penerbit Granada Media Tama menghadirkan karyanya dalam tema yang sama namun dengan fokus dan tujuan kajian yang berbeda.

Sesuai judul yang dipilih ‘Menjadi Ahli Tauhid di Akhir Zaman: Muwahhidin Menghadapi Konspirasi Global Thaghut Internasional, karya yang diterbitkan saat ini memfokuskan kajiannya pada tiga perkara pokok. Perkara pertama, hakekat tauhid dan kaitan eratnya dengan Islam kaaffah.Karya ini menjelaskan kepada para pembacanya bahwa sebenarnya tauhid bukan sebatas perkara-perkara agama yang dibahas dalam kitab-kitab akidah dan tauhid semata. Tauhid memiliki kaitan erat dengan perkara ibadah secara luas, perundang-undangan, akhlak, pemikiran dan iptek, peradaban dan bahkan media massa. Tauhid berkaitan erat dengan seluruh lini kehidupan umat manusia. Sehingga muslim yang bertauhid sejati adalah muslim yang mengamalkan Islam secara kaafah.

Perkara kedua, hakekat thaghut yang harus dikufuri oleh setiap muslim agar keislamannya sah. Meskipun mengkufuri thaghut dan mengimani Allah merupakan dua sisi dari satu mata uang yang tidak bisa dipisahkan sehingga menjadi inti dakwah seluruh nabi dan rasul, pada realitanya masih banyak umat Islam yang belum memahami hakekat thaghut yang harus dikufuri tersebut. Kajian ini menjelaskan definisi thaghut, beragam klasifikasi thaghut, proses dan sejarah merasuknya thaghut ke tengah umat Yahudi-Nasrani dan Islam. Kajian ini juga tidak lupa membahas contoh ‘thaghut internasional’ yang paling menonjol di bidang ideologi, politik, dan ekonomi.

Perkara ketiga, beberapa kewajiban, perencanaan dan langkah nyata yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim di akhir zaman ini untuk merealisasikan tauhid dan mengkufuri thaghut. Bahasan ini merupakan panduan ringkas dan praktis bagi setiap individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan umat Islam; agar mereka bisa bernaung di bawah panji Islam pada akhir zaman ini yang penutupannya kelak akan dipimpin oleh imam Al-Mahdi dan nabi Isa bin Maryam ‘alaihis salam. Sekaligus terhindar dari panji kekufuran pada akhir zaman ini yang penutupannya kelak akan dipimpin oleh Dajjal la’natullah ’alaih. Read more »

Buku Spektakuler

Ahli Tauhid Az

Luar Biasa ! Buku ini mendapat sambutan hangat pecinta buku-buku seri Akhir Zaman yang diterbitkan oleh Granada Mediatama. Sekali terbit langsung memasuki cetakan ke II.

Jazakumullah khoiron katsiron kami ucapkan kepada para alim ulama, tokoh ormas Islam dan petinggi Harakah Islam atas sambutan, kritik dan sarannya atas penerbitan buku ini.

SMS Order (081 2150 8586) :
Ketik : MATAZ/Jumlah Buku/Nama Pemesan/Alamat Pengiriman/Nominal Transfer/konfirmasi transfer(Nama Bank)

Pembayaran dapat dilakukan dengan mentransfer biaya via :

Rekening BCA : 7850 160 541
Rekening BNI : 0034 859 655
Rekening BSM : 0127 009 201
an. Teguh Susanto

Nantikan bedah bukunya di kota Anda. Pemesanan buku dan konfirmasi penyelenggaraan bedah buku hubungi : 081 2150 8586 (Taufik Setyadi).

Zionisme diindikasikan sebagai ’bangsa Dajjal’ yang akan memperlicin jalan bagi keluarnya Dajjal

Dalam Majalah Al-Manar halaman 155, disebutkan program Yahudi mengenai Palestina. Syaikh Rasyid Ridha berkata, “Tak ayal lagi bagi kami bahwa kaum Yahudi dan bangsa Inggris, masing-masing saling berkomplot untuk mencapai tujuannya dan berusaha menggagalkan tujuan golongan lain. Demikian pula, tak ayal lagi bagi kami, bahwa fitnah yang ditunggu-tunggu adalah fitnah terbesar di muka bumi, atau fitnah terbesar secara umum, yaitu upaya mengembalikan kekuasaan kaum Yahudi, yang dalam hadits-hadits diistilahkan dengan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”

Rasulullah saw bersabda :

“Kalian akan memerangi Jazirah Arab, Allah pun memenangkan kalian. Kemudian Persia, Allah pun memenangkan kalian. Selanjutnya, kalian akan memerangi Romawi, Allah pun memenangkan kalian. Kemudian memerangi Dajjal, Allah pun memenangkan kalian.

Hadits ini, berikut urutan penaklukan-penaklukan yang disebutkan di dalamnya menunjukkan betapa dekatnya Dajjal dan kroni-kroninya dengan kaum muslimin. Padahal usai me­merangi Persia dan Romawi, kaum muslimin akan memerangi Dajjal, Allah pun memberi kemenangan kepada mereka. Dajjal dan kroni-kroninya adalah komunitas yang akan muncul setelah Persia dan Romawi, yaitu berasal dari bangsa Eropa dan antek-anteknya.

Siapa saja yang mengetahui bagaimana sepak terjang kaum Yahudi bersama Inggris, dan semakin eratnya hubungan di antara mereka dengan Perjanjian Balfour, demikian pula bagaimana mereka selalu berupaya dengan semaksimal mungkin dan mengendalikan negara-negara superpower guna memperlancar tercapainya kepentingan-kepentingan mereka, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa inilah fitnah Dajjal yang spesial, yaitu fitnah terbesar di muka bumi, sebagaimana telah disebutkan dalam hadits shahih sebelumnya berikut ini :

“Selama antara penciptaan Adam dan terjadinya kiamat tak ada satu makhluk pun yang lebih besar daripada Dajjal.”

Adakah fitnah yang lebih besar daripada fitnah yang mengikis habis jati diri mayoritas generasi muda (muslim) melalui paham atheis, dan membalikkan orang-orang yang semula diharapkan mampu menjayakan Islam melalui ucapan dan aktivitasnya lantas tiba-tiba menjadi pendukung-pendukung setia untuk menghancurkan dan memusnahkan Islam?! Mereka (kaum Yahudi dan Inggris) akan selalu berusaha merespon dan menyambut fitnah Dajjal ini dengan membabat habis Islam.

Al Malhamah Al Kubra (Sebuah Pengantar)

Memaparkan sketsa perjalanan manusia di masa mendatang seringkali menimbulkan dilema. Di satu sisi –jika pemaparan itu sedemikian detil- akan menimbulkan kontroversial, benarkah seperti itu yang akan terjadi? Sebagian orang awam barangkali juga akan mengajukan pertanyaan, ”apa bedanya nubuwat dengan ramalan para dukun?”. Di sisi lain, menjelaskan hal-hal yang bersifat detil dan rinci tentang apa yang kelak dialami manusia juga bisa menimbulkan sisi negatif; trauma, lesu, ketakutan yang berlebihan, hingga sikap dan langkah-langkah kalap yang mirip ’orang gila’.
Namun, mengingatkan umat dengan peristiwa-peristiwa yang akan akan terjadi di masa mendatang juga merupakan bagian dari dien ini. Inilah sepertiga muatan Al-Qur’an; berupa khabar dan peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang.
Salah satu nubuwat Rasulullah saw yang cukup ’menghebohkan’ adalah peperangan akhir zaman yang dikenal dengan sebutan Al-Malhamah Al-Kubra. Sebuah episode menentukan dalam perjalanan umat Islam dalam mentadbir dunia dan memakmurkannya dengan syari’at Islam. Peristiwa yang kelak terjadi di akhir zaman ini merupakan sebuah moment yang paling menakjubkan, mengerikan, mendebarkan dan membuat seseorang yang mengalaminya akan segera mengambil sikap yang beragam, namun sepakat untuk; menyelamatkan diri masing-masing!.
Inilah barangkali sebuah buku yang cukup rinci memaparkan jalannya sebuah pertempuran terdahsyat di akhir zaman. Dengan merujuk pada nash-nash yang shahih dan fakta-fakta riil yang ada, buku ini mencoba menyuguhkan sebuah bacaan yang patut dijadikan renungan bagi setiap muslim. Semoga Allah menyelamatkan kita dari dahsyatnya fitnah dan huru-hura di akhir zaman.

Special event : Kajian dan Diskusi Ilmiah Menguak Rahasia di Balik Bencana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Beragam tanda dan gejala alam yang terjadi di awal abad 21 masih menyisakan misteri. Bagi sebagian orang –terutama para futurolog dan analis nubuwat tentang akhir zaman– berbagai tanda itu memiliki isyarat  khusus. Ada yang menduga bahwa tanda-tanda kehancuran alam sudah dimulai dengan berbagai bencana –alam dan kemanusiaan- yang eskalasi dan kualitasnya di atas kewajaran. Gempa yang menghancurkan kota dan negeri, banjir dan longsor yang menewaskan ratusan ribu korban, letusan gunung merapi yang menyisakan nestapa dan isak tangis para korban, peperangan yang menyisakan puing-puing kehancuran dan korban yang tak terbilang, semua itu semakin membenarkan nubuwat Rasulullah saw tentang kedekatan akhir zaman.

Akankah negeri ini luluh lantak lantaran tak henti-hentinya didera dengan berbagai bencana? Benarkah prediksi para pakar akan datangnya gempa-gempa dan bencana susulan yang akan menghantam negeri ini dalam skala yang mengerikan? Benarkah semua kejadian ini karena ulah manusia yang telah berada di ujung kehancuran moral dan jauh dari agamanya? Adakah kaitannya semua itu dengan kezaliman yang dilakukan oleh penguasa negeri ini terhadapa para ulamanya?

Ikuti kajiah dan diskusi ilmiah bersama

Dr. Moh. Gamal Rindarjono MSi (Kepala Pusat Studi Bencana UNS)

Muhammad Kalono, SH, MSi (Forum Komunikasi Aktivis Masjid)

Ust. Abu Fatiah Al Adnani (Penulis buku tematik akhir zaman)

pada hari Ahad, 28 Nopember 2010 jam 09.00 WIB

di Toko Buku Arafah, Jl. Lurik 17 Ngruki Cemani Grogol Sukoharjo

Misteri Zikir Akhir Zaman

Tak diragukan lagi bahwa zikir adalah modal utama dalam menjalankan tugas utama hidup kita, yaitu beribadah kepada Allah. Bahkan, inti seluruh ibadah adalah zikir : menyebut, mengingat, memahami, merenungkan, dan mengamalkan petunjuk Allah. Zikir adalah ibadah yang paling ringan dan murah. Zikir juga merupakan ibadah yang fleksibel, karena bisa dilaksanakan di semua tempat, waktu, dan keadaan. Oleh karenanya, ia adalah ibadah sepanjang hayat.

Kita sudah biasa mendengarkan ceramah atau membaca penjelasan bahwa doa dan zikir mendatangkan ketenangan jiwa, meninggikan derajat, menambah pahala, dan menggugurkan dosa. Tetapi, bagaimana dengan sejumlah hal ‘luar biasa’ berikut ini?

  • Tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir menjadi makanan dan minuman fisik saat kaum muslimin mengalami bencana kekeringan dan kelaparan ekstrim selama tiga tahun sebelum kemunculan Dajjal.
  • Tahlil dan takbir yang dikumandangkan 70.000 Bani Ishaq pasukan Al-Mahdi meruntuhkan benteng Konstantinopel di daratan, lautan, dan pintu gerbang kota.
  • Zikir dan doa sebagai modal kekuatan Dzul-Qarnain saat membangun benteng pembatas, juga sebagai modal kekuatan bangsa Ya’juj dan Ma’juj untuk melubangi dan meruntuhkan benteng pembatas tersebut, —dan ajaibnya, sebagai senjata Nabi Isa dan kaum muslimin untuk menewaskan dan sekaligus menguburkan bangsa Ya’juj dan Ma’juj. Padahal, semua penduduk bumi dan langit tidak mampu membendung kebrutalan dua bangsa perusak yang besar, kejam, dan tangguh itu!
  • Zikir dan doa menyelematkan pribadi dari pembantaian, mengokohkan pasukan Islam, memporak-porandakan pasukan musuh, dan mengantarkan prajurit muslim kepada mati syahid; terutama di masa kekacauan akhir zaman dan perjuangan Al-Mahdi-Nabi Isa untuk memakmurkan dunia dengan syariat Allah.
  • Zikir dan doa menghindarkan harta dan nyawa kaum muslimin dari bencana alam, di saat akhir zaman sering terjadi gempa bumi, hujan meteor, kegelapan pekat, dan pengubahan bentuk manusia. Bahkan, doa dan zikir bisa mengubah bencana menjadi sebuah berkah.
  • Zikir dan doa mengandung lima kekuatan dahsyat yang menyelamatkan kaum muslimin dari segala penyakit fisik, baik secara preventif maupun kuratif.
  • Doa dan zikir mengajarkan visi, misi, dan langkah-langkah operasionil yang harus ditempuh oleh kaum muslimin untuk mempertahankan iman, meningkatkan amal, menyusun fusthath iman (kelompok iman), dan membentenginya dari pengkhianatan dari dalam; manakala fitnah Duhaima’ —yang mengawali keluarnya Dajjal, telah datang menampar umat Islam.
  • Doa dan zikir mementahkan semua tipu daya, kepalsuan, dan kekuatan Dajjal. Padahal, Dajjal membawa sungai air dan api, juga gunung roti; mampu memerintahkan langit untuk menurunkan hujan dan bumi untuk menumbuhkan tanaman; bahkan menghidupkan kembali beberapa orang yang telah mati.
  • Doa dan zikir mendatangkan kemulian bagi seorang muslim untuk ikut menyambut turunnya Nabi Isa dari langit, mendapat stempel keimanan dari binatang yang bisa berbicara, dan menggapai taubat sebelum matahari terbit dari arah barat.

Dengan metode tadabur dan tafakur, buku Misteri Zikir Akhir Zaman mengajak Anda untuk menyelami dan menghayati kedalaman makna plus kedahsyatan energi doa ilahi dan zikir nabawi, selanjutnya mengaktualisasikannya untuk menghadapi berbagai huru-hara dan tanda-tanda besar kiamat di akhir zaman.

Kisah Sedih dari Jabaliyah (mengenang potongan tragedi kemanusiaan di bumi Palestina)

“Oh, Rabb! Saya tidak pernah melihat pemandangan mengerikan seperti ini.” Kata Abu Aukal, sambil menangis tersedu-sedu.

Abu Aukal adalah seorang dokter. Bertugas di bagian gawat darurat, dia telah terbiasa menangani korban terluka maupun tewas akibat agresi Israel di jalur Gaza, dalam berbagai kondisi. Tapi, tidak untuk yang satu ini. Dia hampir tak mempercayai apa yang dilihatnya.

Beberapa hari lalu, di kamp pengungsian Jabaliyah, yang terletak di bagian utara Gaza City, tak jauh dari pintu perbatasan Erez, seorang bocah perempuan, Shahd (4 tahun), sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba, tentara Zionis Israel menyerang dan menembak membabi-buta. Bocah gemuk yang lucu itu bersimbah darah.

Melihat anaknya tergeletak di lantai dengan kondisi mengenaskan, kedua orang tuanya buru-buru mengulurkan tangan hendak meraihnya. Tapi, serdadu Israel mengusirnya dengan hujan peluru. Kedua orang tua itu pun meninggalkan tempat itu, sementara anaknya masih tertidur di sana: entah sedang sekarat, entah sudah tewas.

Rupanya tentara Israel yang selalu membawa anjing pelacak saat melakukan serangan darat ke Jalur Gaza, memang punya maksud tertentu dengan tindakannya itu. Jenazah Shahd sengaja dibiarkan tergeletak di halaman terbuka itu untuk (maaf) dijadikan santapan anjing.

“Anjing-anjing itu meninggalkan satu bagian utuh tubuh bayi malang itu,” kata Abu Aukal, dengan air mata berderai, saat menuturkan cerita tragis itu, seperti dikutip islamonline, kemarin.

“Kami melihat pemandangan memilukan selama 18 hari terakhir (agresi Israel). Kami mengangkat mayat anak-anak yang tercabik atau terbakar. Tapi, tak ada yang seperti ini,” kata Abu Aukal.

Berhari-hari saudara Shahd, Matar, dan sepupunya, Muhammad, mencoba meraih tubuh gadis itu, tapi sia-sia. Lagi-lagi, tentara pendudukan Israel menggunakan bahasa tembakan untuk mengusir kedua bocah itu.

Tapi, melihat tubuh Shahd yang terus dicabik anjing dari hari ke hari, Matar dan Muhammad tak tahan. Pada hari kelima, keduanya nekat mendekati tubuh Shahd yang masih tersisa untuk dibawa pulang. Belum lagi keduanya meraih tubuh Shahd, tentara Israel menghujani dengan tembakan. Keduanya tewas.

Omran Zayda, tetangga Shahd, menilai tentara Israel sangat mengetahui apa yang mereka lakukan. “Mereka (tentara Israel-Red) menghalau dan mencegah keluarga yang ingin mengambil mayat (Shahd), karena mengetahui anjing-anjing mereka akan memakannya,” katanya.

Apa yang terjadi pada Shahd, kata Zayda, tak bisa digambarkan dengan kata-kata, tidak pula rekayasa kamera. “Anda tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan anjing-anjing itu kepada tubuh anak tak berdosa itu,” kata pria itu sambil menahan air matanya.

Zaydan menambahkan, “Mereka bukan hanya membunuh anak-anak kami. Mereka juga melakukan tindakan yang sangat keji dan tak berperikemanusiaan,” Read more »

Tragedi Ukhuwah di Zaman Fitnah (sebuah pengantar)

Bukankah hal aneh jika seorang pencuri, perampok dan penjahat malah dinobatkan menjadi penjaga keamanan? Tapi itu belum seberapa , yang lebih aneh lagi, ternyata yang dicuri malah dituduh sebagai penjahat!!

Melongok ke dalam tanah-tanah kaum muslimin yang sedang “terpenjara” dalam rumah mereka sendiri. Mereka terkurung di dalam negeri yang notabene milik mereka sendiri. Anehnya bangsa yang menjajah mereka malah direstui oleh seluruh dunia. Dinobatkan sebagai “pasukan penjaga perdiaman”. Sedangkan bangsa yang dijajah, yang harta bendanya dimusnahkan, wanita-wanita mereka ternoda, melakukan perlawanan dengan batu, akan segera tercap sebagai teroris. Aneh?

Tengoklah ke Palestina. Hadiah natal di akhir tahun 2008 dan awal tahun baru 2009 untuk warga Israel adalah banjir darah di Palestina. Ratusan tank dan misil termuntahkan ke perkampungan padat penduduk di gaza. Ratusan ton bom-bom pembunuh massal juga tak segan menyayat kulit dan menghancurkan tulang setiap orang yang ditemuinya. Sungguh pembantaian telanjang mata yang dipertontonkan kepada dunia. Tapi aneh bagaimana dunia menyikapinya? Dingin! Mereka menyikapi dengan dingin!! Di satu sisi, saat mereka mempertahankan diri dari gempuran seperti itu dengan batu dan roket kecil, dunia langsung sontak memvonis itu perbuatan teroris. Sungguh aneh bukan?

Sebenarnya masalah Palestina dan dunia Islam lain yang mengalami penjajahan tidaklah seperti yang media barat beritakan. Banyak kejahatan-kejahatan Barat dan Israel lakukan tanpa diketahui oleh media Barat.

Inilah masalah umat Islam yang harus dicari jalan keluarnya. Bukan malah mendiamkannya sebagaimana negara-negara Arab mendiamkan Palestina menjadi rongrongan Israel.