Archive for October, 2008|Monthly archive page

Dampak Kenaikan Harga Minyak Terhadap Perekonomian Amerika

Kenaikan harga minyak terutama disebabkan oleh semakin meningkatnya kebutuhan akan minyak, khususnya dipicu oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara kekuatan ekonomi baru seperti Cina dan India. Semakin bertambah penduduknya dan naik taraf hidupnya, semakin tinggi kebutuhannya akan energi, khususnya minyak bumi dan gas. Namun demikian, Amerika tetaplah faktor dominan tersendiri yang akan terus menyebabkan harga minyak merangkak naik.

Sebagaimana diketahui, pada masa awal pemerintahan Presiden Bush Jr. (2001), telah dibentuk Kelompok Pengembangan Kebijakan Energi Nasional yang diketuai Wakil Presiden Dick Cheney. Pada laporan yang disampaikan kelompok tersebut pada Mei 2001 seperti yang termuat di dalam situs internet Gedung Putih, disampaikan bahwa hingga 2020, konsumsi minyak Amerika akan meningkat sebesar 6 juta barrel per hari, sedangkan tingkat produksi dari ladang-ladang minyak di dalam negeri Amerika, dengan telah memperhitungkan kemungkinan penemuan ladang-ladang minyak baru di dalam negeri, akan menurun sebanyak 1,5 juta barrel per hari. Guna memenuhi kebutuhan minyak Amerika pada 2020, maka diperlukan impor minyak sebanyak 7,5 juta barrel per hari yang merupakan 70% dari kebutuhan minyak total Amerika (saat ini total impor minyak sekitar 58% dari kebutuhan total Amerika). Pada saat yang sama, pasokan minyak ke pasar dunia justru semakin menurun karena telah semakin mengeringnya sumur-sumur minyak di dunia, sedangkan cadangan lainnya banyak terdapat di laut dalam yang biaya eksploitasinya sangat mahal.

Continue reading

Advertisements

Gelombang Tsunami Moneter Menimpa Kapitalis Ribawi

Dengan akumulasi utang bangsa Amerika per 2007 (jumlah utang pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan rumah tangga) sebesar lebih kurang US$ 48 trilyun[1] (dengan kurs 1 US$ = Rp. 9000,- nilainya akan setara dengan kira-kira Rp. 432.000 trilyun, baca: empat ratus tiga puluh dua ribu trilyun rupiah!), secara teoritis, jika Bank Sentral Jepang dan / atau Cina dan/atau sejumlah investor lainnya (cukup salah satu saja yang beraksi, lainnya akan segera mengikuti) memutuskan menarik seluruh investasinya keluar Amerika, maka akan terjadi suatu gempa moneter yang luar biasa hebat, yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah umat manusia, di Amerika dengan episentrumnya terletak pada dua tanduk syaitannya, yaitu bursa saham dan pasar uangnya. Gempa moneter raksasa ini selanjutnya akan menimbulkan gelombang tsunami moneter yang luar biasa dahsyat yang menjalar ke seluruh penjuru dunia! (Barangkali memang layak untuk menjadikan runtuhnya menara kembar WTC sebagai simbol runtuhnya Amerika melalui kedua tanduk syaitannya, yaitu pasar uang dan pasar saham.)

Continue reading

Amerika di tepi jurang kehancuran

Amerika Serikat telah berubah statusnya dari lintah darat terbesar di dunia menjadi korban lintah darat terbesar di dunia sejak pertengahan tahun 1986 – dimulai pada masa pemerintahan Presiden Ronald Reagen. Perubahan status ini bermula dari pengeluaran anggaran yang luar biasa besar bagi pembiayaan Proyek Perang Bintang (Strategic Defense Initiative) dan Kampanye Penghancuran Uni Soviet. Uni Soviet memang akhirnya hancur, akan tetapi dengan ongkos yang membuat Amerika sendiri menjadi limbung dan menuju status sekarat! Utang total pemerintah Amerika bertambah praktis secara eksponensial, dan per April 2007, utang tersebut telah melewati US$ 8,9 trilyun (ikuti terus statusnya pada situs “US National Debt Clock”) dan terus bertambah dengan besarnya bunga yang harus dibayar setiap tahun melewati angka US$ 300 milyar yang nilainya semakin bertambah pula seiring dengan semakin meningkatnya utang pokok dan suku bunga pinjaman.

Continue reading

Terbukti ! Amerika dan Eropa di ambang kehancuran

Fakta-fakta terbaru tentang proses kehancuran yang tengah dihadapi oleh Amerika dan sekutu-sekutunya dengan kapitalismenya dalam segala lini kehidupan memang terbukti. Dan kemenangan Islam nampaknya sudah dipelupuk mata. Islam, secara pasti, akan mampu memenangkan benturan peradaban melawan super power kebatilan itu. Namun, kapan kemenangan Islam dan keruntuhan Amerika itu benar-benar terjadi? Siapakah gerangan umat Islam yang akan meretas jalan menuju kembalinya Islam ke pentas kepemimpinan dunia tersebut. Bagaimana karakteristik generasi baru harapan Islam tersebut? Bagaimana proses terjadinya peralihan kekuasaan di panggung dunia ini? Ilmu, amal, rencana, dan langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh untuk merealisasikan segala harapan dan keyakinan tersebut?

Nantikan segera bedah buku spektakuler ‘Menanti Kehancuran Amerika dan Eropa’ di beberapa kota besar di Indonesia. Insya Allah didukung data-data mutakhir perkembangan terkini kebangkrutan negeri adidaya dan krisis kapitalisme.

Seiring perkembangan terakhir berkenaan dengan krisis keuangan di Amerika dan Eropa, permintaan pembaca terhadap buku menanti kehancuran Amerika dan Eropa yang ditulis oleh : Abu Fatiah Al Adnani dan kelompok telaah kitab Ar-Risalah memang mendadak meningkat tajam. Sekalipun buku ini telah mengalami beberapa kali proses cetak ulang, nampaknya perkembangan terbaru krisis keuangan terburuk di Amerika dan Eropa menjadikan buku yang dirilis September tahun lalu ini benar-benar diminati dan dicari-cari pembaca serta menggugah keingintahuan masyarakat.

Kami mohon maaf kepada pembaca, jika persediaan buku tersebut di di beberapa kota belum tersedia lagi. Konfirmasi dan keterangan lebih lanjut silahkan hubungi : 081-21508586 (Wien) / Telp / Fax : (0271) 726452

Amerika benar-benar limbung

Merrill Lynch dan Lehman Brothers telah tumbang mengikuti nasib Bear Sterns, Artinya, dari 5 Investment Bank terbesar di Amerika, 3 di antaranya telah tumbang, dan yang tersisa hanyalah Goldman Sachs dan Morgan Stanley.

Mantan Kepala Federal Reserve Alan Greenspan mengatakan, krisis keuangan yang terjadi di AS merupakan krisis keuangan terburuk yang pernah ia saksikan dan masih berlangsung dalam jangka waktu lama. Ia meyakini krisis ini akan makin mendalam yang bisa mengakibatkan resesi ekonomi di AS. “Kemungkinan AS bisa lolos dari resesi ekonomi sangat kecil, di bawah 50 persen, ” kata Greenspan dalam wawancara dengan ABC News hari Minggu kemarin.

Continue reading

Eropa Alami Krisis Keuangan Terburuk

Krisis keuangan global diawali dengan bangkrutnya bank investasi keempat terbesar di AS Lehman Brothers. Tindakan penyelamatan yang dilakukan pemerintah AS tidak banyak membantu pemulihan krisis, karena krisis keuangan mulai menjalar ke daratan Eropa, bahkan krisis keuangan di Eropa kondisinya lebih serius bahkan dinyatakan paling buruk sejak diberlakukannya mata uang bersama Uni Eropa, euro pada tahun 1999.

“Untuk pertama kalinya, Eropa menghadapi krisis keuangan, dan krisis ini bukan krisis biasa tapi krisis keuangan yang paling buruk,” kata Jean Pisani-Ferry, direktur kelompok riset Bruegel yang berbasid di Brussels.

Pemerintahan negara-negara Eropa bekerja keras untuk mencegah kebangkrutan bank-bank besarnya dan meyakinkan para pelaku ekonomi dan masyarakatnya, bahwa Eropa akan selamat dari krisis keuangan global ini.

Continue reading

Panik Melanda Bursa Saham Dunia

Selasa, 07 Okt 2008 10:24

Hampir semua nilai saham di bursa saham Eropa mulai dari London, Frankfurt dan Paris jatuh hingga lebih dari lima persen yang berimbas ke bursa-bursa saham dunia mulai dari bursa saham di Asia hingga Timur Tengah.

Kepanikan melanda bursa saham dunia menyusul krisis keuangan global yang mulai menjalar ke benua Eropa dan keraguan pelaku pasar atas rencana penyelamatan dengan menggulirkan dana sebesar 700 milyar dollar. Hampir semua nilai saham di bursa saham Eropa mulai dari London, Frankfurt dan Paris jatuh hingga lebih dari lima persen yang berimbas ke bursa-bursa saham dunia.

“Terjadi kepanikan total. Setiap orang berharap, setelah paket penyelematan keuangan di AS dan Eropa diterima, kondisinya akan kembali tenang. Tapi yang terjadi malah kebalikannya, masih ada ketakutan yang sangat kuat terhadap efek domino krisis keuangan global ini,” papar Adrian van Tiggelen, perencana senior ING di The Hague.

“Tekanan di pasar modal terutama saham-saham bank dan pasar keuangan lainnya sudah makin meluas yang memicu perekonomian dan industri dunia berada di jurang atau sudah mengalami resesi,” tambah ekonom dari Bank of America, Mickey Levy.

Sumber : http://www.eramuslim.com

Amerika di ambang kehancuran?

Setelah Lehman Brothers, kebangkrutan masih menghantui perusahaan-perusahaan di Wall Street. Apalagi sejumlah perusahaan finansial yang selama ini dipercaya kuat juga mengalami kesulitan keuangan. Perusahaan pesaing Lehman, Merrill Lynch misalnya, sudah diambil oleh pemerintah AS. Perusahaan raksasa lainnya, American International Group (AIG)-salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia-saat ini juga sedang mencari pinjaman sebesar 40 milyar dollar.

Sejumlah analis berpendapat, inilah detik-detik kehancuran ekonomi negara adidaya AS. Negara yang menganut sistem ekonomi neo-liberal dan menancapkan ekonomi imperialisnya ke berbagai belahan negara, akhirnya ambruk juga.

”Esensinya, riwayat Amerika Serikat sebagai kekuatan ekonomi global sudah tamat, ” kata Max Keiser, seorang analis pasar di Paris.

”Sejarah dollar AS sebagai mata uang cadangan dunia sudah selesai dan kita akan melihat negara lain yang akan muncul sebagai kekuatan baru, yang paling memiliki peluang besar adalah negara China, ” papar Keiser.

Continue reading

Bangkrutnya Lehman Brothers dan Nasib Perekonomian AS

Selasa, 16 Sep 2008 22:58 Bangkrutnya Lehman Brothers, perusahaan sekuritas berusia 158 tahun milik Yahudi ini menjadi pukulan berat bagi perekonomian AS yang sejak beberapa tahun terakhir mulai goyah. Sekaligus membuktikan rapuhnya sistem ekonomi kapitalis neo-liberal.

Bangkrutnya Lehman Brothers, perusahaan sekuritas berusia 158 tahun milik Yahudi ini menjadi pukulan berat bagi perekonomian AS yang sejak beberapa tahun terakhir mulai goyah. Para analis menilai, bencana pasar keuangan akibat rontoknya perusahaan keuangan dan bank-bank besar di Negeri Paman Sam satu per satu, tinggal menunggu waktu saja. Inikah tanda-tanda kehancuran sebuah imperium, negara adi daya bernama Amerika Serikat?

Sumber : http://www.eramuslim.com